TERJEMAHAN

MENU TANBAHAN

ARSIP BLOG

PENGIKUT

Pengunjung

PESAN

Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 31 Juli 2012

Berita Sekitar UKG di Sumenep


SERVER NGADAT, UJI KOMPETENSI GURU 3.063 PESERTA GAGAL 
 [ Senin, 30 Juli 2012 pukul 23:32 wib. | 18 pembaca | 1.860 byte ] 

News Room, Senin ( 30/07 )
Uji Kompetensi Guru (UKG) on line bagi 3.063 peserta mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK, yang dilaksanakan secara bertahap mulai Senin (30/07) ini, terancam gagal. Karena, tahap pertama pelaksanaan UKG SMP tidak berhasil, akibat server ngadat dan tidak bisa dibuka, sehingga ratusan guru peserta UKG tidak bisa mengikuti ujian.

Menurut salah seorang pengawas, Drs. Nanang Pangayoman, gangguan pada server sudah terjadi sejak awal, saat panitia akan registrasi online nama peserta.

“Waktu login awal sudah tidak connect. Kayaknya kendala ada di server pusat. Karena ini sifatnya online terpusat, maka ketika server di pusat ngadat, maka seluruh Indonesia juga tidak bisa login,”katanya.

Tahapan UKG ini, kata Nanang, melalui login, setelah berhasil dan para peserta melakukan registrasi secara online, berikutnya latihan pengerjaan soal. Setelah tahapan tersebut selesai, maka peserta akan mulai mengerjakan soal ujian yang sebenarnya dengan waktu 2 jam.

“Tapi ini karena sejak awal login sudah tidak bisa, ya tahapan berikutnya juga tidak bisa dilakukan,"ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ahmad Masuni, SE, MM mengatakan, permasalahan ini karena kendala teknis dari pusat, maka pihaknya harus menunggu petunjuk dari pusat untuk penyelesaian persoalan tersebut.

“Ini kan dilaksanakan serentak se Indonesia. Nah, kalau banyak yang menggunakan biasanya server sering ngadat. Kami tidak bisa membuat keputusan sendiri, karena ini kan kebijakan pusat. Kendala teknisnya juga dari pusat. Jadi kami harus menunggu petunjuk dari pusat,”terangnya.

LENSAINDONESIA.COM: Uji Kompetensi Guru (UKG) online 2012 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud) serentak mulai Senin (30/07/12), mengalami kendala. Dikabupaten Sumenep, Jawa Timur, ratusan guru batal mengikuti ujian lantaran koneksi server ke pusat tidak bisa diakses.

Nanang Pengayoman, salah seorang pengawas menyampaikan, ganggun gangguan pada server sudah terjadi sejak awal, saat panitia akan registrasi on line nama peserta.
“Jaringan sudah tidak konek sejak awal. Untuk log in saja tidak bisa. Tampaknya ada kendala di server pusat. Karena ini sifatnya online terpusat, maka ketika server di pusat ngadat, maka seluruh Indonesia juga tidak bisa log in,” ungkapnya.
Dikatakan Nanang, karena tahapan awal (log in) gagal, maka para peserta juga tidak bisa melakukan registrasi secara online. “Tahap pengerjaan soal akhinya juga tidak bisa dilakukan,”ujarnya kepada wartawan.
Akibat gangguan server tersebut, guru peserta UKG terpaksa ‘nganggur’ di dalam ruang ujian hingga waktu ujian berakhir. Bahkan sampai waktu ujian habis, server tetap tidak connect. “Kami akhirnya membuat berita acara bahwa UKG gelombang satu tidak terlaksana,” kata Nanang.
Meski kondisi belum menentu, lanjut Nanang, UKG gelombang dua tetap akan dilaksanakan masuk sesuai jadwal.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Masuni mengatakan, karena kendala tersebut merupakan kendala teknis dari pusat, maka pihaknya harus menunggu petunjuk dari pusat untuk penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami tidak bisa membuat keputusan sendiri, karena ini kan kebijakan pusat. Kendala teknisnya juga dari pusat. Jadi kami harus menunggu petunjuk dari pusat,” terangnya.
Untuk Kabupaten Sumenep, peserta uji kompetensi guru untuk guru SMP sebanyak 555 orang, guru SMA/SMK sebanyak 343 orang, dan guru Tk/SD/SDLB sebanyak 2165. Pelaksanaan UKG ini, dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 30 Juli hingga 10 Agustus 2012. ( Nita, Esha )

Hari ini, Selasa tanggal 31 Juli 2012 juga mengalami hal yang sama. Menurut salah seorang peserta (anggota MGMP Bahasa Indonesia) yang tempatnya di SMPN 2 Sumenep sampai pukul 09.00 masih belum bisa connect. Jadi  kemungkinan pelaksanaan hari kedua juga akan tertunda atau ada kebijakan lain. Kita tunggu kabar lebih lanjut, yang penting kita sudah siap kapan saja akan dilaksanakan.

(Diposkan kembali oleh mgmpbin_sumenep.blogspot.com)  



0 komentar: